24 Desember 2010 - 20:30

Menjelang Asyura, beberapa universitas di Arab Saudi mengadakan sayembara buat mahasiswanya yang mempertanyakan amalan-amalan bid'ah di bulan Muharram. Mereka mengecam dan menyebut bid'ah amalan-amalan umat Syiah di bulan Muharram. Namun diam saja dan tidak memberi pengecaman apa-apa terhadap tindakan terror dan biadab yang merenggut nyawa para pecinta al Husain di hari Asyura.

Menurut Kantor Berita ABNA, berkaitan dengan tragedi Chabhar yang menewaskan beberapa orang Sunni dan Syiah yang sedang mengadakan majelis duka Asyura, Ayatullah al Uzhma Makarim Syirasi berkata, "Kembali terjadi peristiwa biadab yang tidak ada satupun hukum dalam Islam yang memperbolehkannya, begitu juga tidak ada aturan buatan manusia manapun yang membenarkannya. Para pecinta al Husain dari kalangan Sunni dan Syiah yang mengadakan majelis duka untuk mengenang kesyahidan penghulu para Syuhada Imam Al Husain as harus terbunuh karena peristiwa biadab tersebut.

Beliau dalam penjelasannya, menekankan, "Sesuatu yang mengherankan, meskipun mereka melihat sendiri, bahwa tindakan biadab yang mereka lakukan tidak mengurangi sedikitpun kemuliaan bahkan gairah dari pecinta al Husain untuk tetap mengumandangkan syiar-syiar Asyura, bahkan dari hari-hari, tahun ke tahun syiar Asyura semakin menunjukkan cahaya dan kemuliaannya, dan telah menghidayahi banyak orang. Meskipun demikian mereka tetap juga belum paham."

"Pihak pemerintah tidak boleh diam menyikapi peristiwa ini, melainkan harus mengutuknya dengan keras dan tidak boleh berlembut dalam memberikan hukuman terhadap pelakunya. Beberapa hari yang lalu, saya mendapat berita, bahwa beberapa universitas di Arab Saudi mengadakan sayembara dengan mempertanyakan amalan-amalan bid'ah di bulan Muharram terhadap mahasiswa-mahasiswanya. Mereka mengecam dan menyebut amalan-amalan yang dilakukan umat Syiah di bulan Muharram sebagai amalan bid'ah. Namun kita tidak sekalipun mendengar, mereka mengecam dan menyebut bid'ah tindakan terror yang membinasakan mereka yang mengenang tragedi Karbala di bulan Muharram." Lanjut beliau.

Pada bagian lain dari penjelasan beliau, "Tragedi berdarah yang terjadi di Chabhar, menunjukkan `mereka tidak memiliki kasih sayang sedikitpun pada Syiah bahkan pada Ahlus Sunnah sendiri. Mereka adalah orang-orang yang haus darah orang-orang yang tidak berdosa. Apakah saudara-saudara Ahlus Sunah di negeri ini, tidak diperkenankan untuk turut mengecam tindakan biadab ini, untuk turut melawan segala tindakan yang dapat melemahkan persaudaraan dan persatuan sesama muslim?"

Hadhrat Ayatullah Makarim Syirasi, ulama marja taklid ini dipenghujung pernyataannya mengatakan, "Pada akhirnya masyarakat menanti masalah ini diselesaikan dan diselidiki secara serius, harus segera dibentuk sebuah tim yang handal dan berlaku jangka panjang untuk mencegah terjadinya kembali kejadian serupa. Motif dibelakang tragedi berdarah ini harus segera dicari tahu dan diberangus sampai ke akar-akarnya. Sehingga setiap umat beriman di negeri ini, aman menjalankan amalan-amalan syar'i menurut keimanannya itu."